Road 2 Sumatra: Mudik Jakarta - Padang Lewat Lintas Tengah 2016

Road 2 Sumatra: Mudik Jakarta - Padang Lewat Lintas Tengah 2016

Mudik ke Padang atau kampung halaman yaitu Solok merupakan hal yang sudah kami tunggu-tunggu dan memang sudah kami rencanakan jauh-jauh hari. Kali ini adalah mudik ke-2 kami dengan rombongan Road to Sumatra yang pada tahun sebelumnya kami juga ikut.

Kali ini personelnya masih sama, yaitu Abi, Umi, Ayesha dan Kakak. Selain itu kami juga memasang sudah membeli roof rack second 6 bulan sebelumnya (harganya lebih murah daripada pas menjelang mudik) untuk persiapan mudik.

Bareng om Arief Ardian

Hari Jumat, 1 juli 2016, setelah packing barang selesai, kami pun meluncur dari Pisangan Baru tepat pada jam 4 untuk menuju tikum pertama yaitu di rest rest area km 43. Namun sesaat sebelum memasuki rest area, setir mobil terasa agak condong ke kiri, setelah diperiksa ternyata pentilnya bocor alus.

Tepat jam 17.40, Di rest area ini kami bertemu dengan om Sony, om Panca, om Arief, om Rinaldi, om Djayo dan sekalian untuk membeli tiket kapal yang memang disediakan pada saat mudik saja, hal ini untuk mempersingkat waktu antrian saat masuk kapal. Selain itu Om sony juga memberikan sticker nomor punggung 24 untuk dipasang di mobil dan kaos RTS yang sudah dipesan sebulan sebelumnya.

Selepas berbuka dan sholat maghrib sebagian rekan sudah jalan yaitu Om Sony, Om Panca dan Om Rinaldi, sedangkan Saya masih menunggu proses penggantian pentil ban yang bocor, dan ternyata pentilnya sedang tidak ada stocknya, sehingga dengan terpaksa menggunakan ban cadangan, tentunya untuk sementara, tapi akhirnya ban cadangan saya pakai hingga sampai di Solok :)

Setelah selesai, akhirnya saya ketemu dengan rekan RTS lainnya yaitu Om Arief dan Om Djayo. Saya dan om Arief memutuskan untuk berangkat bareng karena Om Djayo juga menunggu saudaranya yang masih dijalan.

Jam 19.15 Kami menuju merak dengan Saya di depan dan Om Arief mengikuti di belakang. Perjalanan menuju merak relatif lancar sehingga jam 20.00 kami sudah memasuki area pelabuhan yang masih terlihat ramai lancar.

Ketemu ama Om Djayo di Rumah Makan Taruko 2
Kami ngantri sekitar setengah jam di dermaga 3 dan kemudian masuk ke dalam kapal dan dapat tempat diatas. Di kapal, kami bertemu dengan Om Rinaldi (Lintas Timur) dan Om Hendrus dan memutuskan untuk bareng menuju tikum 2 yaitu RM Taruko 2 yang berlokasi di Kotabumi.
Sekitar jam 23. 30 kami sudah merapat di Bakauheni dan turun menapaki Pulau Sumatera. Disini kami bertemu dengan rekan RTS lainnya yaitu Om Fendi yang mengalami mogok pada mobilnya. Sempat kami menunggu sebentar dan coba berkoordinasi, dan sepertinya mobilnya mengalami

Turun kapal. Ketemu om Fendi, mobilnya mogok, menunggu sebentar dan akhirnya diputuskan untuk terus jalan, karena mobilnya mengalami masalah yang cukup serius. Akhirnya kami konvoi bertiga dengan om Arief n Hendrus. Perjalanan menuju tikum 2 terpantau ramai dan lancar.

Selepas Gunung Sugih sepertinya Om Hendrus memutuskan untuk melaju sendirian, sementara saya dan Om Arief beristirahat di SPBU pada sekitar jam 02.30 hingga subuh, karena mata sudah mengantuk. Selepas sahur dan sholat subuh kami lanjut menuju ke RM taruko 2, Kotabumi.

Disini kami tiba jam 06.30 dan bertemu dengan Om Djayo beserta rombongan keluarganya (3 mobil) dan kami memutuskan untuk jalan bareng. Setelah 1 jam-an kami berjalan, Saya memutuskan untuk mengganti pentil ban yang bocor di daerah antara Kotabumi - Martapura dan ketemu juga dengan Om Miko. Namun respon tukang tambal ban kurang berkenan (cuek), sehingga kami memutuskan untuk lanjut dan istirahat kembali di sebuah SPBU. Sementara Om Miko, dan Om Djayo terus jalan dengan rombongannya masing-masing.

Selepas istirahat, jam 09.00 Saya dan Om Arief menuju ke Martapura, dan sempat mengalami macet 1-2 km karena ada bus mogok tepat sesaat menjelang rel kereta api sehingga harus melewatinya dengan sistem buka-tutup jalan.

Selepas Martapura, kami jalan terus melewati kota Baturaja - Muara Enim yang jalannya masih di donimasi lubang kecil besar (kubangan) yang membutuhkan skill untuk melewati agar mobil tidak gasruk serta jalan yang berkelok-kelok.

Konvoi berdua Om Arief Ardian

Dan pada jam 16.50 kami sampai di Lahat dan memutuskan untuk menginap di Grand Zuri Lahat dengan rate 495 ribu yang dipesan lewat aplikasi Traveloka. Menginap disini, kami juga dibangunkan oleh petugas hotel untuk sahur dengan menu yang lumayan lengkap.

Keesokan harinya, tanggal Tanggal 3 juli 2016. Kami melanjutkan perjalanan dengan start dari hotel sekitar jam 06.30 melewati Lahat dan sempat macet karena ada pasar kaget/tradisional. Jalanan lahat bervariasi ada yang mulus dan juga ada yang berlobang.

Jam 10.30, kami sudah masuk Lubuk Linggau dan memutuskan untuk lanjut melewati jalan Bypass sehingga tidak masuk ke dalam kotanya. Dan sempat berhenti beberapa kali untuk mengisi bahan bakar. Perjalanan Muara Rupit hingga Muaro Bungo berjalan lancar karena jalan yang lurus dan masih bagus, sehingga jam 15.40 kami sudah memasuki kota Muaro Bungo dan tiba di Sungai Rumbai pada jam 16.46.

Kami melanjutkan perjalanan terus dan memutuskan untuk berbuka ala kadarnya di dalam mobil saja agar tidak kemalaman tiba di Solok.

Sekitar jam 20.00 kami sudah sampai di Muaro Kalaban dan memutuskan untuk makan Soto yang terkenal di daerah ini. Sempat mencari Soto Rang Awak, namun sayang Saya kelewatan dan Om Arief yang sempat makan disini, sementara Saya makan Soto yang saya lupa namanya, posisinya sebelah kiri, setelah rel kereta api.

Selesai mengisi perut, kami berpisah dengan Om Arief dan lanjut menuju Solok, dan sampai sekitar jam 21.00 di Sumani.

Alhamdulillah, akhirnya tiba di kampung halaman. Semoga di tahun-tahun berikutnya masih diberi kesempatan untuk mudik lagi.

Advertisement

Baca juga:

Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar