Touring Perdana Road To Sumatra Community Goes to Ciletuh Geopark

Touring Perdana Road To Sumatra Community Goes to Ciletuh Geopark

Ini adalah touring pertama Road to Sumatra (RTS) sejak berdiri pada tahun 2015 yang dipelopori oleh Om Sony. Awalnya dari mudik bareng ke sumatera jadi makin akrab sesama anggotanya. Jalan-jalan atau touring kali ini merupakan touring dadakan (tourdak) yang semulanya berawal dari obrolan di WA Group RTS, yaitu Om Werry dan Om Rio yang mau ngajak wisata ke Ciletuh Geopark karena infonya jalan menuju kesana sudah bagus, mumpung lagi long weekend. Saya pun menyambut gembira ajakan ini dan dalam waktu sehari sudah terkumpul terkumpul 7 orang yang ikut tourdak RTS ini yaitu: Saya, Om Rio, Om Werry, Om Dedi, Om Zaki, Om Riedho dan Om Arief.

Road To Sumatra Community Goes to Ciletuh Geopark

Om Rio akhirnya membuat rundown perjalanan untuk hari Sabtu tepatnya tanggal 31 Maret 2018 yang akan kita lalui, Jalan-jalan ke Ciletuh Geopark ini hanya Pulang Pergi tanpa nginap karena long weekend takutnya macet dan juga untuk menghemat budget pastinya..hihi.

Ayesha dan Umi mendengar hal ini tentunya bersemangat sekali dan langsung packing baju dan juga snack lainnya. Selain itu Umi juga mempersiapkan menu makanan yaitu Karupuak Jaring dan Telur Balado untuk makan bersama di Ciletuh nantinya setelah berkoordinasi dengan istrinya Om Rio yang juga membawa Nasi dan beberapa jenis lauk lainnya.



Rencananya Kami akan Tikum di Rest Area KM 45 setelah keluar tol Ciawi pada Jam 04.00. Jadi alarm kami setel untuk bangung pada 02.30 dan berangkat jam 3.345 dari rumah di Pisangan Baru. Perjalanan menuju tikum ini berjalan dengan lancar hanya membutuhkan waktu lebih kurang setengah jam saja. Dan disana sudah hadir Om Werry, Om Riedho yang tandem dengan Om Dedi, dan beberapa saat kemudian disusul dengan kehadiran Om Rio dan Om Arief.

Touring Perdana Road To Sumatra Community Goes to Ciletuh Geopark
Ciawi - Sukabumi

Tinggal satu orang lagi yaitu Om Zaki, yang sudah di info di WA belum juga membalas, hingga terdengar Adzan Subuh akhirnya Kami menunaikan sholat Subuh terlebih dahulu sembari menunggu Om Zaki.

Selesai sholat bergantian, dan Om Zaki sudah datang pas Subuh, Jam 05.16 kami langsung line up 6 mobil dengan Om Werry sebagai Road Captain untuk memandu hingga daerah Parung Kuda, Sukabumi. Situasi jalan masih relatif sepi dan juga sesekali kami harus menyalip truk dengan muatan Aqua dan tiba di daerah Pasar Parung Kuda sekitar jam 06.36 WIB untuk sarapan bubur dan lontong ala Sukabumi.

Road To Sumatra Community Goes to Ciletuh Geopark
Buryam dan Lontong dulu lah :)

Sekitar setengah jam disini, kami melanjutkan perjalanan dengan Om Dedi mengambil alih rombongan di depan dengan melewati jalur Cikidang yang cukup menantang karena jalannya yang turun naik serta berliku namun seru untuk dilalui. Kami juga sempat berhenti karena ada yang ingin ke toilet di sebuah Masjid dan Alfamart.

Road To Sumatra Community Goes to Ciletuh Geopark
Jalur Cikidang, Asyik nih!

Lepas Cikidang sekitar 8-an kami sudah tiba di Sukabumi dan langsung belok kanan (Om Dedi sempat nyasar ke jalur lama :D) untuk menuju jalur Loji -  Ciletuh yang baru saja di aspal. Pemandangan sepanjang jalur ini begitu mempesona dan memanjakan mata kami karena paduan Pantai, Sawah, Tebing, Air Terjun dan Gunung yang berada di satu tempat, Wonderful Indonesia! Kami juga mengabadikan momen ini dengan berhenti di sebuah tempat yang menurut kami sangat bagus viewsnya.

Wisata ke Ciletuh Geopark
Salah satu spot bagus di sepanjang jalur baru Ciletuh Geopark

Sepanjang jalan juga ramai komunitas motor dan sepeda yang menuju ke Ciletuh GeoPark. Jalanan yang berliku dengan turunan dan ada satu tanjakan tajam berliku yang juga menuntut kehatian-hatian untuk para driver ataupun rider. Hingga kami melintasi di Puncak Darma yang ramai oleh wisatawan, rencananya kami ingin kesana setelah dari Ciletuh Geopark saja.


Dari Puncak Darma hingga Ciletuh Geopark sangat dekat, namun jalannya memiliki turunan yang curam dan banyak lubang, sangat berbeda dengan jalan yang sebelumnya. Selain itu menjelang masuk kawasan Ciletuh Geopark disebelah kanan dan kirinya juga terdapat Curug yang ramai dikunjungi. Namun kami tidak berhenti disana. Tepat jam 10.00 kami tiba di Ciletuh Geopark.

Dan ternyata bayangan tentang bagusnya pantai di Ciletuh Geopark ini langsung buyar, karena tidak seindah iklan yang kami lihat di sosmed, karena pantainya terlihat kotor dengan sampah kayu,serta air yang berwarna coklat. Selain itu fasilitas umumnya tidak memadai seperti MCK yang hanya sedikit saja. Hanya ada Mushola dengan 2 toilet, namun yang toilet yang satunya lagi terkunci atau tidak bisa digunakan. :( . Apalagi ada Om Werry yang lagi kena diare, kan kasian..hehe.

Goes to Ciletuh Geopark

Untuk masuk ke kawasan Ciletuh Geopark tidak dipungut biaya masuk dan juga parkirnya alias gratis. Anak-anak langsung bermain pasir sementara Kami juga ngobrol santai apalagi ada Om Dedi yang selalu bikin ramai obrolan baik di WA ataupun pas Kopdar :). Dan jelang zuhur, kami memutuskan untuk menggelar tikar di Mushola untuk makan bersama dengan bekal menu yang sudah kami bawa dari Rumah.


Waktu Zuhur telah masuk, Om Zaki langsung mengumandangkan Adzan di Mushola tersebut dan kami sholat berjamaah disana beserta dengan rombongan wisatawan lainnya. Selesai sholat, kami menyempatkan diri untuk foto bersama di depan tulisan Ciletuh Geopark dan melanjutkan perjalanan pulang dengan rute yang berbeda dari yang pertama. Karena jalur dari Ciletuh GeoPark menuju Puncak Darma sangat menanjak sekali dan kami memutuskan untuk memutar atau lewat jalur lama meskipun jaraknya lebih jauh dan waktu tempuh yang lebih lama.

Pada jam 13.00 perjalanan kali ini dipandu oleh Om Rio, Satu jam pertama jalan tergolong mulus dan asyik untuk dilalui karena memiliki turunan dan tanjakan yang lumayan menantang. namun Kami tersasar ke daerah yang ternyata jalannya didominasi oleh jalan rusak. Om Rio yang didepan ternyata mengikuti Google Maps dan beliau juga tidak bertanya ke yang belakang apakah jalan ini bagus atau tidak (hikmahnya, jangan terlalu percaya sama si Google Maps dan besok-besok kalo touring pake HT biar enak komunikasi selama perjalanan). Karena tujuan kami ingin kembali lagi ke jalan Ciletuh Geopark yang baru, sehingga bisa menikmati kembali pemandangan di beberapa spot yang bagus. Setelah Saya telusuri Google maps, Seharusnya kami belok kiri di pertigaan Kiara Dua untuk bisa kembali ke jalur Loji atau Pelabuhan Ratu.

Ciletuh Geopark
Rute yang dilewati

Lebih kurang 5 jam kami melalui jalan rusak ini, yang nantinya akan tembus di jalan utama Sukabumi - Pelabuhan Ratu. Perjalanan ini ternyata membuat mata jadi ngantuk karena kecepatan mobil hanya bisa dipacu 10-20 km/jam. Akhirnya sekitar jam 16-an, Saya memutuskan untuk menepi di depan sebuah tempat tambal ban untuk istirahat sejenak, namun akhirnya Om Dedi menawarkan untuk gantian menyetir mobil, karena teman Om Riedho juga bisa gantian nyetir mobil yang dibawanya.

Goes to Ciletuh Geopark
Lelah tapi Berkesan dan Menyenangkan!

Kami juga sempat berhenti di sebuah warung untuk ngopi dan juga meluruskan kaki selama setengah jam. Kemudian perjalanan pun dilanjutkan kembali menyusuri jalan rusak selama 2 jam, hingga akhirnya kami bertemu dengan jalan raya pas jam 18-an disaat Adzan Maghrib berkumandang.

Kami berhenti di sebuah masjid untuk melaksanakan sholat Maghrib dan mengisi BBM mobil yang tinggal seperempat di SPBU yang persis berada di depan masjid tersebut. Setelah beres sholat kami lanjut, kali ini Saya yang menyetir kembali karena sudah lumayan segar, dan menyusuri Jalan Raya yang mengarah ke Jakarta. Sekitar jam 19.30-an kami memutuskan berhenti di sebuah Warung di pinggir jalan untuk makan malam dengan menu Pecel Ayam dkk.

Cukup lama kami disini, karena harus ngantri juga sebelumnya, ada 1 jam-an kami disini. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan dan berhenti di Tikum terakhir yaitu Rest Area KM 45 Jagorawi pada pukul 22.30 untuk berpisah dan saling mengucapkan terima kasih satu sama lain. Namun cuman ada 4 orang yang tikum yaitu Saya, Om Werry, Om Arief dan Om Zaki. Sementara itu Om Dedi, Om Riedho dan Om Rio sepertinya sudah lanjut ke rumah masing-masing.

Saya memutuskan untuk istirahat atau tidur dulu di Rest Area ini, sekitar 45 menitan, dan setelah itu melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta dan tiba di rumah sekitar jam 24.12

Meskipun touring dadakan namun sangat berkesan sekali.. Capek dan keceriaan bercampur padu dan terlihat dari wajah peserta touring karena tak menyangka akan melewati jalur rusak selama 5 jam. Sampai jumpa di Touring, Kopdar dan Mudik Bareng RTS selanjutnya.
Advertisement

Baca juga:

Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar