Cara Jitu membaca Label Makanan

Cara Jitu membaca Label Makanan

Gemuk berarti subur. Subur berarti sehat. Jadi, gemuk berarti sehat. Begitulah yang ada di pikiran kebanyakan orang. Gemuk atau obesitas dapat diartikan lemak dalam tubuh anak tersebut berlebihan. Atau dengan kata lain, anak tersebut mengalami ketidakseimbangan kalori dalam tubuhnya. Banyak pemasukan kalori, namun sedikit dari kalori tersebut digunakan oleh tubuh. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain lingkungan, genetik, dan faktor kebiasaan.

Cara Jitu membaca Label Makanan

Anak yang mengalami obesitas, mempunyai insiden yang bukan main jumlahnya. Banyak. Maka dari itu, kebanyakan orang tua, lingkungan sekolah, sampai komunitas peduli untuk membantu para orang tua dalam memilihkan makanan sehat untuk buah hatinya. Anda termasuk salah satu di antaranya,
bukan?

Ada beberapa tips untuk memilih makanan yang akan diberikan kepada putra atau putri Anda. Hal ini ditujukan salah satunya untuk mencegah dan meminimalisir kejadian obesitas. Simak ulasannya sebagai berikut.

Perhatikan Label Makanan
Ketika Anda masuk dalam pusat perbelanjaan atau supermarket untuk belanja bahan makanan maupun makanan jadi, menurut Shirley Blakely, salah seorang dietisian, Anda harus memerhatikan dua hal berikut:

Nutrition Facts label — Label jumlah kalori per porsi, memberitahukan jumlah kalori dan persentasinya per hari dalam satu porsi.
The ingredient – Label komposisi makanan yang berada pada bungkus makanan – daftar setiap komposisi bahan yang berada dalam makanan, dengan komposisi yang dominan diletakkan pada daftar paling atas, kemudian komposisi bahan dengan jumlah kedua terbanyak, dan seterusnya menurun ke bawah seperti itu.
FDA mengusulkan untuk memperhatikan label kalori dari makanan tersebut dan menganjurkan bahwa pemanis tambahan juga dimasukkan dalam label tersebut. sehingga Anda menjadi mawas terhadap berapa banyak pemanis yang ditambahkan ke makanan yang akan dikonsumsi anak Anda. Intinya, kurangilah asupan yang mengandung banyak pemanis tambahan. Namun, tidak semua pemanis adalah pemanis tambahan atau pemanis buatan. Buah-buahan yang dikeringkan juga mengandung pemanis. Namun, buah tersebut memiliki pemanis yang alami.

Blakely menambahkan, ada 3 hal yang harus diperhatikan ketika Anda mengecek daftar label pada makanan. Hal-hal tersebut adalah:

 • Porsi makanan dalam sekali hidangan — Satu wadah bungkus makanan bukan berarti satu kali konsumsi seperti yang tertuang pada Nutrition Facts label; Jika Anda ingin memakan satu porsi, Anda dapat mengukur sejak awal makanan dan tuanglah di piring sesuai kebutuhan Anda.

•Persentasi kebutuhan nutrisi tiap hari—memberitahukan tentang persentasi makanan yang direkomendasikan dalam konsumsi tiap harinya untuk satu jenis nutrisi.

• Nutrisi—Pilihlah makanan yang kaya nutrisi secara bervariasi. Cobalah untuk mengonsumsi 20 persen atau lebih protein, serat, dan beberapa vitamin esensial dan mineral (seperti vitamin C dan kalsium) dalam sekali hidangan. Namun, batasi makanan yang kaya akan lemak jenuh dan natrium sampai 5 persen atau kurang setiap hidangan makanan. Usahakan makanan Anda mengandung lemak trans yang minimal karena lemak jenis ini dapat meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan jumlah kolesterol baik Anda.

Bunda, pintar-pintarlah memilihkan makanan yang akan dikonsumsi buah hati Anda. Makanan yang sehat dan kaya nutrisi bukan hanya menguatkan jasmaninya, tapi juga memberikan nutrisi otaknya sehingga sang buah hati bisa tumbuh serta menjadi jiwa yang sehat dan cerdas.
Advertisement

Baca juga:

Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar