14 Cara Mendorong Perilaku Positif Anak

14 Cara Mendorong Perilaku Positif Anak

Jika anak selalu berperilaku positif, tentu orang tua akan sangat bangga dan bahagia. Berikut beberapa tips yang dapat ayah bunda lakukan untuk mendorong si kecil untuk selalu berperilaku positif:


Cara Mendorong Perilaku Positif Anak


1. Beri contoh atau teladan bagi anak karena anak berperilaku seperti orang tuanya. Orang tua adalah role model bagi anak-anaknya. Respon dan cara orang tua menyikapi sesuatu merupakan petunjuk bagi anak bila ia menghadapi situasi yang sama. Seringkali apa yang dilakukan orang tua lebih kuat terekam dalam memori anak daripada apa yang dikatakan. Jika anda ingin anak anda mengatakan “tolong”, beri contoh langsung dengan mengatakan “tolong” saat anda ingin anak anda melakukan sesuatu.

2. Tunjukkan apa yang anda rasakan kepada anak anda. Katakan dengan jujur apa yang anda rasakan saat anak anda melakukan sesuatu. Misalnya saat anda merasa sakit ketika anak anda memukul anda. Hal ini, selain akan menumbuhkan keterampilan empati anak di masa mendatang juga akan membuat anak anda berpikir sebelum melakukan sesuatu.

3. Berikan feedback positif saat anak anda berhasil melakukan seperti yang kita inginkan. Berikan pujian yang jelas dan sesuai dengan yang dia lakukan seperti misalnya “wow, kamu berhasil melakukannya. Lihat, membereskan mainan setelah bermain tidak sulit kan? Ibu tahu kamu pasti bisa”.

4. Sesuaikan posisi Anda mendekati atau sejajar dengan anak Anda. Berlutut atau berjongkok di samping anak-anak merupakan cara yang tepat untuk mendapatkan perhatian anak Anda. Posisi yang sejajar membuat anak lebih focus kepada Anda sehingga anak akan memperhatikan apa yang anda katakan atau anda minta.

5. Mendengarkan aktif merupakan langkah lain yang dapat membantu anak mengatasi emosi mereka. Kadang anak akan menjadi frustasi bila mereka tidak dapat mengatakan apa yang mereka rasakan. Berikan petunjuk, bantu anak mendeskripsikan apa yang mereka rasakan dengan menyebutkan apa yang mungkin mereka rasakan. Hal ini akan membuat anak merasa nyaman dan menghargai anda, serta mencegah tantrum pada anak.

6. Konsisten dengan janji anda. Jika orang tua konsisten terhadap peraturan yang telah disepakati dengan anak, maka anak pun akan menghargai kesepakatan tersebut. Jika anda berjanji untuk mengajak anda berjalan-jalan di taman setelah ia berhasil merapikan mainannya, maka janji tersebut harus anda tepati.

7. Meminimalkan godaan. Jika anda tidak ingin anak anda memainkan gunting, jauhkan atau sembunyikan gunting dari jangkauan dan pandangan anak. Hal ini akan meminimalkan kesempatan bagi anak untuk melakukan sesuatu yang tidak Anda kehendaki.

8. Terapkan larangan secara efektif.
Tanyakan kepada diri anda seberapa besar bahaya yang ditimbulkan oleh perilaku anak anda. Instruksi dan larangan yang minimal akan mengurangi konflik dan perasaan tidak nyaman pada anak. Gunakan “stop” dan “tidak” hanya pada saat yang penting.

9. Jangan tergoda dengan rengekan anak.
Konsisten dengan apa yang anda katakan. Jika anda berkata “tidak” tetapi kemudian berganti menjadi “ya” setelah anak anda merengek, maka anak anda akan mengulangi lagi perilaku tersebut di masa mendatang. Jangan menjanjikan reward atau punishment yang tidak dapat anda tepati.

10. Berikan instruksi sederhana dan positif.
Instruksi sederhana membuat anak lebih mudah mengetahui perilaku apa yang diharapkan darinya. Kata-kata yang positif lebih mudah ditangkap oleh otak anak daripada kata-kata yang negative. Memberikan instruksi “Tolong tutup pintunya” akan lebih mudah diterima oleh anak-anak daripada “Jangan bermain pintu”.

11. Berikan tanggung jawab
Orang tua bisa memberikan tanggungjawab dan konsekuensi yang harus diterima oleh anak anda saat ia melakukan sesuatu. Misalnya ketika anak anda menumpahkan air minum dari gelasnya, jelaskan konsekuensinya bahwa dia akan tetap haus karena ia tidak punya air minum, plus harus mengepel air yang ia tumpahkan.

12. Buat anak anda merasa “penting”.
Anak-anak sangat senang bila mereka dapat berkontribusi dalam keluarga mereka. Mulailah dengan memberi tugas-tugas sederhana untuk mereka, yang tentunya disesuaikan dengan tahapan umurnya seperti misalnya membantu membuang sampah, merapikan mainan setelah bermain, atau hanya sekedar memasukkan baju kotor ke mesin cuci. Anak-anak akan merasa bangga bila mereka berhasil melakukannya. Di sisi lain, hal ini akan memupuk rasa tanggung jawab dan harga diri mereka di masa yang akan datang.

13. Tidak semua hal berjalan mulus.
Bersiap-siaplah menemui situasi yang “menantang” kesabaran anda. Terkadang anak-anak “tidak mau mendengar dan melakukan” apa yang kita katakan. Kalau sudah begini, beri peringatan pada anak untuk menuruti dan mentaati apa yang kita katakan. Kemudian jelaskan apa yang kita harapkan dari anak kita.

14. Tetap jaga kehangatan dengan anak-anak melalui humor dan canda.
Bermain bersama dan saling menggelitik, atau petak umpet kadang dapat mencairkan ketegangan setelah melalui konflik dengan anak. Siapkan humor yang dapat membuat anda dan anak anda tertawa lepas.
Advertisement

Baca juga:

Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar