Kapan Anak Siap Untuk Toilet Training?

Kapan Anak Siap Untuk Toilet Training?

Toilet training adalah salah satu tahap perkembangan yang penting bagi anak, sekaligus merupakan
episode yang menantang, baik bagi anak itu sendiri maupun orang tuanya. Pengenalan toilet training bergantung dari pola asuh yang dijalankan dalam sebuah keluarga.


Terlalu dini memulai toilet training akan menyebabkan anak dan orang tua stress, dan sebaliknya terlambat memulai toilet training akan menghambat kemandirian anak, dan mungkin juga menimbulkan gangguan kesehatan tertentu pada anak seperti infeksi saluran kemih, hepatitis A dan sebagainya.

Sebelum seorang anak berlatih toilet training, seorang anak membutuhkan pencapaian keterampilan lain seperti misalnya berjalan menuju dan kembali dari toilet, duduk pada sebuah kursi toilet, membuka celana/rok, menyiram toilet dan mencuci tangan.

Dengan mempertimbangkan pencapaian keterampilan-keterampilan tersebut, pada umumnya toilet training pada anak dimulai pada usia 18 bulan, dan berhasil pada usia anak menginjak kurang lebih 36 bulan.

Bagaimana mengenali ciri-ciri anak yang sudah siap untuk melakukan toilet training?

Beberapa tanda yang mungkin dapat dijadikan patokan dalam memulai tahap toilet training pada anak, diantaranya adalah: tidak melakukan BAB pada malam hari (atau saat tidur malam), sudah mampu membuka celana sendiri, mampu duduk sendiri dalam posisi tertentu selama 2-5 menit, sudah mampu  memahami instruksi sederhana, sudah mampu menjelaskan kepada orang lain (baik dengan bahasa verbal maupun bahasa tubuh) bahwa dia ingin BAB serta tidak merasa nyaman ketika celana atau pampersnya basah/kotor. Jika anak anda sudah mengalami beberapa ciri tersebut, maka tahap toilet training dapat segera dimulai.

Sejak usia 12 bulan, anak sudah dapat dikenalkan dengan aktivitas toilet training, terlebih bila si kecil menunjukkan ketertarikannya. Berikan penjelasan singkat, jelas dan positif pada anak agar anak tidak mempersepsi aktivitas toilet training sebagai aktivitas yang negative (baca = menjijikkan).

Gunakan toilet yang pas bagi anak-anak, misalnya seperti kids potty seat agar anak merasa nyaman dan tidak mudah lelah. Saat anak berusia 18 bulan, mulailah untuk melepaskan pampers atau clodi
(cloth diapers) saat berada di rumah. Gunakan pampers atau clodi (cloth diapers) hanya saat berada di luar rumah dan dalam waktu yang agak lama.

Saat tidak memakai pampers atau clodi (cloth diapers), tanyakan setiap 2-3 jam pada anak apakah dia ingin ke toilet atau tidak. Atau tanyakan saat dia merasa tidak nyaman, yang biasanya terlihat dari ekspresi wajah dan bahasa tubuhnya. Pada awalnya terasa sangat sulit dan menantang, sehingga dibutuhkan konsistensi dan motivasi yang positif dari orang tua agar anak tidak merasa stress dan terbebani. Tetapi semua tantangan tersebut akan berubah menjadi kebanggaan manakala anak kita berhasil menjalani salah satu tahap perkembangannya dengan sukses.

Jadi bagaimana dengan anak anda, sudah siap memulai toilet training? Semoga sukses ya.
Advertisement

Baca juga:

Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar