Nutrisi Tepat Usia untuk Perkembangan Bayi Anda yang Optimal

Nutrisi Tepat Usia untuk Perkembangan Bayi Anda yang Optimal

Nutrisi yang baik dan optimal akan membuat bayi Anda tumbuh dengan sehat sesuai perkembangan
umurnya. Setiap tahap perkembangan bayi membutuhkan jenis nutrisi yang berbeda. Namun, kebanyakan orang tua belum mengerti akan hal ini. Kami akan membantu Anda untuk mengetahui makanan sehat apa saja yang perlu diberikan pada bayi anda sesuai tahap perkembangannya.

Nutrisi Tepat Usia untuk Perkembangan Bayi Anda yang Optimal

Seperti yang dilansir dari WebMD, untuk menunjang pemberian ASI maupun susu formula,
di bawah ini adalah daftar makanan tambahan untuk bayi sesuai dengan usianya.

1. Usia 4-6 bulan
Pada usia ini, bayi membutuhkan asupan sereal yang kaya akan besi. Alasannya adalah bayi dilahirkan dengan cadangan alami besi yang akan mulai menurun pada usia sekitar 6 bulan. Jadi, dengan tambahan asupan sereal ini, akan tetap ada zat besi yang digunakan bayi untuk tumbuh kembangnya. Bagaimana caranya? Campur sereal tersebut dengan susu formula untuk bayi atau air susu ibu (ASI), atau dengan air hangat.

2. Usia 6-8 bulan
Saat menginjak usia ini, asupan bayi yang tepat adalah sup buah (pisang, apel, pir, apricot, dan prem) kental. Yang perlu Anda lakukan adalah mencuci semua buah-buahan segar, rebus, atau uapkan sampai lunak. Anda dapat menghaluskan baik dengan blender atau food processor, atau menumbuknya dengan tangan. Kemudian, tambahkan sedikit cairan seperti ASI, susu formula bayi, atau air. Buatlah berair pada awalnya, kemudian buatlah semakin kental atau kurang air agar bayi Anda terbiasa dengan makanan padat.

3. Usia 8-10 bulan
Pada usia ini, bayi memerlukan asupan tambahan seperti berbagai buah, sayuran dan telur. Untuk buah dan sayur, buatlah seperti bubur. Caranya, masaklah makanan seperti wortel dan kentang manis sampai lunak, atau membuat makanan yang sudah lunak seperti pusang atau alpukat. Tak lupa tambahkan pula telur yang diolah dengan cara di aduk, kemudian di masak sampai matang dan mendidih, serta dipotong-potong dengan ukuran kecil sesuai ukuran mulut bayi agar dapat dikonsumsi dengan mudah.

4. Usia 10-12 bulan
Hal yang perlu anda ketahui saat bayi menginjak usia ini adalah ia dapat mencoba untuk mengonsumsi makanan seperti sebagian besar makanan yang Anda makan. Jika makanan-makanan tersebut di potong dan dilunakkan dengan cukup maka bayi Anda akan lebih mudah dalam mengunyah dan menelannya. Kecuali Anda memiliki riwayat alergi dalam keluarga, The American Academy of Pediatrics saat ini mengatakan bahwa tidak perlu untuk menghindari produk kacang, telur, gandum, atau ikan sampai satu tahun. Meskipun ada banyak dokter pediatri yang masih sangat berhati-hati tentang kacang dan ikan karena reaksi alergi yang kuat dapat sewaktu-waktu muncul. Hindari susu sapi dan madu sampai minimal satu tahun. Madu tertentu dapat menyebabkan penyakit berbahaya yang disebut infant botulism.

Anda perlu memantau apa saja yang bayi Anda pegang dan makan.Sesuaikan ukuran makanan dengan kapasitas mulut bayi. Berhati-hatilah dengan makanan keras seperti anggur dan hot dogs yang bisa membuat bayi Anda tersedak dan hal ini berbahaya.

Masing-masing usia bayi memiliki karakteristik perilaku yang berbeda. Sehingga, asupan makanan untuknya pun mengikuti perkembangannya. Jadi, pilihkan bayi Anda makanan sesuai usianya. Pemberian nutrisi yang tepat untuk tumbuh kembang bayi yang optimal.
Advertisement

Baca juga:

Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar