Tips Berdamai dengan Tantrum pada Anak

Tips Berdamai dengan Tantrum pada Anak

Apakah anda sering menemukan (atau bahkan mengalaminya sendiri) sebuah adegan di supermarket misalnya, seorang anak yang menangis sambil menjerit karena permintaannya tidak dituruti? Well, itulah tantrum. Hampir semua anak pernah melakukannya, dan hampir semua orang tua pernah mengalaminya. Walaupun dengan bentuk yang berbeda, seperti misalnya menendang, melemparkan diri ke tanah, memukul dan sebagainya.

Tips Berdamai dengan Tantrum pada Anak

Setidaknya ada dua alasan mengapa anak mengalami tantrum. Alasan pertama adalah ketidakmampuan anak dalam mengelola emosi mereka. Anak-anak seringkali mengalami kebingungan dalam menyikapi emosi yang mereka rasakan karena mereka tidak mengenali jenis emosi yang mereka. Seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang, begitu juga dengan emosi yang dialami anak-anak kita.

 Anak-anak yang tantrum seolah-olah ingin memberi tahu bahwa mereka mengalami kebingungan, yang seringkali berujung pada frustasi. Mereka membutuhkan kita sebagai orang tuanya untuk membantunya keluar dari kebingungan dan frustasi tersebut. Alasan kedua adalah keinginan untuk mengontrol situasi. Mereka akan berupaya mengalahkan orang tua secara emosi sehingga dengan demikian mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Salah satu cara terbaik dalam mengatasi tantrum adalah mencegahnya sebelum terjadi. Sedia payung sebelum hujan, begitu kah pepatah yang sering kita dengar? Sebagian besar tantrum pada anak dapat dicegah. Kenali situasi saat anak anda mengalami tantrum. Apakah dia mengalami tantrum saat lapar? Saat lelah? Saat mengantuk? Jika sudah mendapatkan polanya, maka hindari untuk memberikan tugas, terutama yang sulit pada jam-jam tersebut. Kadang-kadang tantrum juga terjadi ketika anak tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Biasakan untuk meng-komunikasi-kan kepada anak apa yang anda harapkan dari mereka. Misalnya saat berbelanja ke supermarket, jelaskan kepada anak bahwa kita akan membeli beberapa bahan makanan, dan tidak akan membeli mainan. Jelaskan reward/punishment yang akan diterima bila anak berhasil/tidakberhasil melaluinya. Pastikan anak anda memahaminya.

Jangan menyerah bila anak anda masih mengalami tantrum setelah apa yang anda upayakan seperti di atas. Sepintas, menyerah mungkin membuat segalanya lebih mudah karena akan membuat anak anda berhenti mengamuk. Tapi percayalah, konsekuensi di masa depan akan lebih buruk karena membuat anak anda mengulangi tantrum lebih sering dan lebih hebat untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Alih-alih menyerah, pada waktu senggang jelaskan pada anak-anak cara yang tepat untuk mengenali dan mengelola emosi mereka. Seperti misalnya mengekspresikan apa yang mereka rasakan, atau mengambil nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri.
Advertisement

Baca juga:

Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar