3 Jenis Teman yang Bikin Sebal dan Cara Menghadapinya

3 Jenis Teman yang Bikin Sebal dan Cara Menghadapinya

Kadang kala, kita berteman memang tidak memilih dengan siapa. Apalagi, banyak sekali keuntungan jika kamu berteman dengan banyak orang. Kamu jadi punya banyak tempat untuk mencurahkan perasaan kamu. Terlebih, teman yang baik juga akan menjadi pelipur lara ketika kamu sedang sedih. Begitu juga kamu harus berlaku sebaliknya. Tapi, pernah nggak sih kamu menemukan teman yang menyebalkan?


Setiap orang memang punya kelebihan dan tentu kekurangan. Teman-teman kamu mungkin tidak hanya punya kelebihan, tapi juga kekurangan yang harus kamu terima. Dalam hal ini, ada beberapa jenis teman yang bikin kita sebal. Tapi, jangan khawatir, setelah membaca artikel ini kamu akan tahu bagaimana cara menghadapi mereka.

Si Tukang Telat 
Apakah selama ini kamu selalu datang ontime dan punya satu teman yang selalu datang telat. Ada saja alasan yang dia berikan hingga membuat kamu dan teman-teman lainnya menunggu berjam-jam atau bahkan membatalkan pertemuan? Sudah jelas dia termasuk jenis teman yang tukang telat. Kalau ini memang sudah menjadi kebiasaannya, adalah tugas kamu untuk memberitahu dia untuk bisa mengubahnya. Kamu bisa memintanya untuk memasang pengingat di ponsel atau menempelkan jadwal janjian di kamarnya.

Si Saingan 'Berat'
Siapa sih teman yang masuk dalam saingan 'berat' kamu? Jenis teman tipe ini biasanya merasa tidak mau kalah dalam segala hal. Baginya, apa yang kamu rasakan adalah hal yang kecil. Jika kamu sedang bercerita tentang kesuksesan kamu, maka dia akan bercerita (atau mungkin juga membuat cerita bohong) bahwa dia juga lebih sukses dari kamu. Bahkan, ketika kamu sedang curhat tentang masalah percintaan kamu, dia juga akan bercerita bahwa dia mengalami kesedihan dua kali lipat dari yang kamu rasakan. Nah, untuk tipe teman seperti ini, kamu bisa meminta waktunya untuk bicara dari hati ke hati dan serius. Atau, tegaskan padanya bahwa kamu tidak bermaksud untuk berkompetisi dalam hal apapun, kamu hanya ingin bercerita.

Si Tukang Minta Traktir
Coba hitung, dalam beberapa kali kamu jalan dan  janjian dengan dia, berapa kali dia menodong kamu untuk minta traktir? Atau, dia sering tiba-tiba tidak bawa dompet ketika sedang berbelanja dengan kamu? Tentu, kamu harus bisa tegas dalam hal ini. Kalau ini terjadi satu atau dua kali, maka kamu bisa menolerirnya. Kalau terjadi terus menerus, lebih baik kamu bicarakan adanya bahwa kamu tidak bisa selalu membayar apa yang dia beli. Dan jangan lupa untuk bicarakan tentang kebiasaan dia yang tidak bisa kamu terima. Buat dia mengerti ya?
Advertisement

Baca juga:

Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar