Sejarah dan Fakta-Fakta Unik Seputar Sepatu

Sejarah dan Fakta-Fakta Unik Seputar Sepatu

Sepatu sederhana pertama kali dibuat dari kulit binatang dan kayu yang diciptakan lebih dari 8 ribu tahunyang lalu. 4 ribu tahun yang lalu sepatu terbuat dari kulit mentah dan itu lazim digunakan pada manusia di jamannya. Pembuat sepatu di timur tengah mulai memproduksi sepatu dengan tumit untuk melindungi kaki saat melintasi pasir panas yang tak tertahankan.


Laki-laki dan wanita di Eropa mulai memakai desain sepatu yang sama setelah abad ke-18.
Pada abad ke-19, sepatu dibuat untuk dikenakan di kedua kaki.

Sneakers pertama kali diperkenalkan di Eropa pada akhir abad ke-19, tetapi sepatu ini lebih populer  setelah produsen sepatu di Amerika memproduksi secara masal di pabrik-pabrik. Rata-rata wanita Amerika memiliki 30 pasang sepatu, mereka menghabiskan uang sebesar $300 untuk footwear setiap tahunnya dan sebanyak 60% dari mereka memiki penyesalan atas pembelian dari salah satu sepatu tersebut.

Stiletto merupakan salah satu simbol kekayaan dan kekuasaan di Eropa pada abad ke-11 sampai ke-15. Fettish yang mengumpulkan sepatu tumit tinggi di sebut Altocalciphilia. Sepatu pertama diciptakan oleh orang-orang yang hidup di lingkungan yang panas dan dingin karena kebutuhan mereka untuk melindungi kaki mereka dari unsur-unsur alam. Misalnya sandal yang diciptakan oleh orang Mesir untuk melindungi dari pasir yang panas dan sepatu dari kulit hewan yang digunakan untuk menghangatkan kaki di jaman es.

Selama Perang Dunia II, produsen sepatu berhasil menemukan cara untuk memenuhi permintaan yang tinggi untuk sepatu wanita bertumit tinggi yang dibuat dari bahan yang tidak lazim yaitu seperti sedotan dan kulit ular.

High heels yang stylish pertama kali diperkenalkan di luar Italia pada tahun 1533 ketika Catherine de Medici berangkat ke pengadilan Italia Perancis saat hendak menikah. Rata-rata wanita memakai sepatu hak tinggi antara usia 12 - 63 tahun. Pada akhir abad ke-16, sepatu hak tinggi menjadi sangat populer oleh bangsawan dan anggota kerajaan banyak pengadilan Eropa. Ukuran mereka berkisar antara 3 sampai 24 inci, tergantung dari tren fashion saat Itu.

Mayoritas dari mereka memiliki sepatu dengan berulutan besar sehingga si pemakai membutuhkan berapa pelayan untuk dapat menggunakannya. Pada abad ke-16 dan ke-17, heels selalu dicat dengan warna merah dan biru. Pengantin Cina selalu membuang salah satu dari sepatu pengantin merah mereka ke atap rumah mereka untuk memastikan kebahagiaan pasangan.Calon pengantin pria di Hungaria bersulang dengan memakai sandal pengantin pernikahan.

Stylish boots pertama kali dibuat untuk wanita pada tahun 1840 yang saat itu dirancang khusus untuknratu Inggris Victoria. Sepatu sering menjadi bagian dari upacara kuno dan modern. Di Abad Pertengahan pengantin pria menerima sepatu istrinya yang diberikan oleh ayah mempelai pria. Di Hungaria minuman anggur langsung diminum dari sandal pengantin pria, di Amerika sepatu diikatkan ke mobil pengantin sebagai simbol telah menikah.

Marie Antoinette memiliki 500 pasang sepatu, dan tercatat ia dieksekusi sambil mengenakan sepatu bertumit tinggi. Salah satu desain boot paling populer berasal dari awal abad ke-19 setelah kemenangan yang dipublikasikan Duke of Wellington atas Napoleon. Sepatu Wellington menjadi populer dan diburu oleh warga elit Inggris. Akhirnya desain sepatu ini dibuat di Amerika Serikat, di mana setiap anggota Konfederasi Angkatan Darat menerima satu pasangan.
Advertisement

Baca juga:

Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar